BNN Jateng Jerat Bandar dan Kurir Narkoba Tindak Pidana Pencucian Uang

  • Whatsapp

M2TV.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah berhasil membongkar jaringan bisnis narkotika yang dikendalikan Lembaga Pemasyarakatan (LP). Dua orang bandar dan seorang kurir berhasil diamankan. Mereka dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Ketiga tersangka kita jerat dengan pasal pencucian uang. Penerapan TPPU ini sebagai upaya mengurangi peredaran gelap narkotika,” ujar Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Purwo Cahyoko, saat konferensi pers di Solo, Selasa (14/12).

Ketiga tersangka, dikatakan Purwo, adalah, HAN alias Ari Ndobol sebagai bandar, YP sebagai kurir dan RIN sebagai bandar narkoba area Solo Raya. Menurut dia, ketiga tersangka ini menjalankan bisnis barang haram sejak tahun 2018 hingga sekarang.

“Tersangka HAN ini menjalankan bisnis narkotika waktu menjalani hukuman di Lapas Sragen,” jelasnya.

Purwo juga menjelaskan terkait peran YP yang mendapat perintah dari HAN untuk menjadi kurir serta menerima pembayaran dari pembeli. Uang hasil penjualan narkotika kemudian digunakan untuk kembali membeli narkotika dari tersangka RIN dengan menggunakan rekening orang lain dan milik istrinya DA.

“Keuntungannya sebagian ditabung oleh tersangka dan sebagian dibelikan aset,” terang dia.

Kedua tersangka, HAN dan YP, lanjut Purwo, diamankan oleh petugas BNNP Jawa Tengah dan BNN Solo pada 26 Agustus 2021 di LP Super Maximum Security/Higt Risk Kelas IIA Karanganyar-Nusakambangan dan LP Kelas IA Kedungpane Semarang.

“Untuk tersangka RIN diamankan di rumahnya Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo,” imbuhnya.

Selain tersangka, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti dengan total nilai aset mencapai Rp683.370.500. Di antaranya, sebidang tanah di Desa Plumbon beserta sertifikat tanah senilai Rp500 juta, uang di rekening senilai Rp56 juta, sepeda motor senilai Rp15 juta dan 2 keping emas batangan senilai Rp100 juta.

“Kemudian ada juga uang tunai sejumlah Rp10.370.500, handphone senilai Rp2 juta, kartu ATM serta buku tabungan mutasi rekening ketiga tersangka,” bebernya.

Purwo menambahkan, demi keamanan, aset-aset tersebut disimpan oleh tersangka di safety box pegadaian. Untuk aset logam mulia, kata dia, sudah dilakukan penyitaan khusus melalui penetapan PN Surakarta. Sedangkan aset tanah dan rumah telah dilakukan penyitaan khusus melalui PN Sukoharjo.

“Ketiga tersangka kita kenakan Pasal 3 Junto Pasal 10 Subsider Pasal 4 Junto Pasal 10 Lebih Subsider Pasal 5 Ayat (1) Junto Pasal 10 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pasal 137 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar,” kata Purwo